Menu Tutup

Pengaruh Akhlak Terhadap Perjalan Dakwah

Dakwah adalah usaha untuk menyampaikan ajaran Islam kepada orang lain, baik yang belum beriman maupun yang sudah beriman. Dakwah merupakan salah satu kewajiban bagi setiap muslim, sebagaimana firman Allah Subehanahu Wa Ta’ala:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik (pula).” (QS. An-Nahl: 125)

Dalam ayat ini, Allah Subehanahu Wa Ta’ala menegaskan bahwa dakwah harus dilakukan dengan hikmah, yaitu cara yang tepat, bijak, dan sesuai dengan kondisi dan situasi. Dakwah juga harus dilakukan dengan maw’izhah hasanah, yaitu nasihat yang baik, lembut, dan menyentuh hati. Dakwah juga harus dilakukan dengan jidal ahsan, yaitu berdebat dengan cara yang baik, sopan, dan berdasarkan dalil yang kuat.

Salah satu faktor yang sangat penting dalam dakwah adalah akhlak, yaitu perilaku, sikap, dan budi pekerti yang baik. Akhlak merupakan cerminan dari iman dan ibadah seseorang. Akhlak juga merupakan salah satu tujuan dari dakwah itu sendiri, yaitu untuk menyempurnakan akhlak manusia, sebagaimana sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ

“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR. Malik dalam al-Muwaththa’: 1609)

Akhlak yang baik memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perjalan dakwah, baik dari sisi dai maupun mad’u. Dari sisi dai, akhlak yang baik akan membuat dakwah menjadi lebih mudah, efektif, dan berkah. Akhlak yang baik akan membuat dai menjadi lebih dicintai, dihormati, dan diteladani oleh mad’u. Akhlak yang baik juga akan membuat dakwah menjadi lebih meyakinkan, karena dai tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dari sisi mad’u, akhlak yang baik akan membuat dakwah menjadi lebih diterima, dimengerti, dan diamalkan. Akhlak yang baik akan membuat mad’u menjadi lebih terbuka, bersedia, dan antusias untuk mendengar dan mengikuti dakwah. Akhlak yang baik juga akan membuat dakwah menjadi lebih berdampak, karena mad’u tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga motivasi dan inspirasi untuk mengubah diri menjadi lebih baik.

Beberapa contoh akhlak yang baik yang harus dimiliki oleh seorang dai dan mad’u adalah:

  • – Gemar membantu orang lain.

Akhlak ini akan menumbuhkan rasa kasih sayang, solidaritas, dan kerjasama antara dai dan mad’u. Akhlak ini juga akan menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang peduli dengan kemaslahatan umat manusia.

  • – Jujur dan amanah.

Akhlak ini akan menumbuhkan rasa percaya, hormat, dan kredibilitas antara dai dan mad’u. Akhlak ini juga akan menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan.

  • – Sabar dan tawakkal.

Akhlak ini akan menumbuhkan rasa ikhlas, optimis, dan berserah diri antara dai dan mad’u. Akhlak ini juga akan menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan ketenangan dan ketawakalan kepada Allah Subehanahu Wa Ta’ala.

  • – Rendah hati dan santun.

Akhlak ini akan menumbuhkan rasa hormat, simpati, dan toleransi antara dai dan mad’u. Akhlak ini juga akan menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kesopanan dan kesusilaan.

  • – Bersih dan rapi.

Akhlak ini akan menumbuhkan rasa nyaman, senang, dan tertarik antara dai dan mad’u. Akhlak ini juga akan menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kebersihan dan kerapian.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa akhlak yang baik memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perjalan dakwah. Akhlak yang baik akan membuat dakwah menjadi lebih mudah, efektif, berkah, diterima, dimengerti, diamalkan, dan berdampak. Oleh karena itu, seorang dai dan mad’u harus senantiasa berusaha untuk memperbaiki dan menyempurnakan akhlaknya, agar dakwahnya menjadi lebih berhasil dan bermanfaat.

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *