Menu Tutup

Ramadhan di Bawah Bayangan Kegelapan: Cerita Bersama Sahabat di Palestina

Di bawah langit yang terik, di tanah yang terusir, bulan suci Ramadan tiba di Palestina, membawa dengan itu campuran dari kegembiraan, ketabahan, dan kesedihan yang tak terhingga. Di tengah-tengah reruntuhan dan sengketa yang tak kunjung berakhir, umat Muslim Palestina menyambut bulan suci ini dengan hati yang penuh harap dan doa.

Di sebuah kamp pengungsian di Gaza, di antara tenda-tenda yang dipenuhi oleh keluarga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka, terdengar suara-suara anak-anak yang riang bermain di antara jejak-jejak konflik yang menyisakan luka. Meski kehidupan mereka penuh dengan keterbatasan, semangat Ramadan menginspirasi mereka untuk tetap bersyukur atas apa yang mereka miliki.

Saat matahari terbenam, keluarga-keluarga berkumpul di sekitar meja makan yang sederhana, berbagi hidangan yang terbatas, namun penuh berkah. Mereka berdoa bersama, mengucap syukur atas nikmat yang diberikan Allah, meskipun penderitaan dan ketidakpastian terus menghantui mereka setiap hari.

Di Yerusalem Timur yang diduduki, suara azan bergema di antara bangunan-bangunan kuno yang mengalami kerusakan akibat pertikaian. Meskipun dihadapkan pada intimidasi dan pembatasan, umat Muslim tetap teguh menjalankan ibadah mereka, memenuhi masjid-masjid yang tersisa dengan doa dan bacaan Al-Quran.

Di Tepi Barat yang terkepung, umat Muslim berkumpul di masjid-masjid yang masih berdiri, meskipun terancam oleh ancaman pembongkaran dan penindasan yang terus berlanjut. Mereka mencari kekuatan dalam kebersamaan dan keyakinan, menolak untuk menyerah pada tekanan yang terus-menerus.

Namun, di antara momen-momen keagungan Ramadan, kesedihan dan kesakitan tetap melingkupi mereka. Setiap hari, mereka dihadapkan pada kenyataan kehilangan orang yang dicintai, rumah yang hancur, dan masa depan yang tak pasti. Namun, dalam kepedihan itu, mereka menemukan kekuatan untuk terus bertahan, untuk merayakan Ramadan dengan semangat yang tak tergoyahkan.

Di malam Ramadan ini, di bawah langit yang bercahaya bintang-bintang, umat Muslim Palestina berkumpul untuk shalat tarawih bersama. Mereka menjalani bulan suci ini dengan penuh harap, memohon kepada Allah untuk memberikan mereka kekuatan dan perlindungan dalam menghadapi tantangan yang tak kenal lelah.

Walau dalam keterbatasan dan penderitaan, semangat Ramadan terus menyala di Palestina. Mereka tetap tegar, menolak untuk dikuasai oleh keputusasaan, dan menghadapi masa depan dengan keyakinan yang kokoh. Ramadan di Palestina bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang keteguhan hati, keberanian, dan kegigihan untuk terus berjuang demi keadilan dan perdamaian yang hakiki.

Penulis : A. Ilvan Margono

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Teks Berjalan

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Semoga kita dapat mengambil faidah dari hadirnya website ini