Menu Tutup

Palestina: Sejarah dan Perjuangan

Palestina adalah sebuah wilayah yang terletak di Timur Tengah, yang memiliki sejarah panjang dan kompleks. Wilayah ini pernah menjadi bagian dari berbagai kekaisaran, seperti Mesir, Asyur, Babilonia, Persia, Yunani, Romawi, Bizantium, Arab, Turki Utsmani, dan Inggris. Wilayah ini juga memiliki arti penting bagi tiga agama monoteis, yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi, karena di sana terdapat kota suci Yerusalem.

Palestina saat ini berada dalam kondisi yang sulit, karena mengalami pendudukan dan penjajahan oleh Israel, sebuah negara yang didirikan oleh gerakan zionis pada tahun 1948. Zionisme adalah sebuah ideologi yang ingin menciptakan sebuah negara Yahudi di tanah leluhur mereka, yang mereka klaim sebagai Tanah Israel atau Tanah Suci. Zionisme mendapat dukungan dari Inggris, yang mengeluarkan Deklarasi Balfour pada tahun 1917, yang menjanjikan pembentukan sebuah “rumah nasional” bagi Yahudi di Palestina.

Deklarasi Balfour ini menimbulkan kemarahan dan penolakan dari rakyat Palestina, yang mayoritas beragama Islam dan Kristen, yang telah tinggal di sana selama berabad-abad. Mereka merasa hak-hak mereka sebagai penduduk asli diabaikan dan dilanggar oleh Inggris dan zionis. Akibatnya, terjadi berbagai bentrokan dan konflik antara Arab dan Yahudi di Palestina, yang berlangsung hingga saat ini.

Salah satu konflik terbesar adalah Perang Arab-Israel pada tahun 1948, yang terjadi setelah Israel memproklamasikan kemerdekaannya. Perang ini mengakibatkan kekalahan dan pengusiran ratusan ribu warga Palestina dari tanah air mereka, yang kemudian dikenal sebagai tragedi Nakba (bencana). Sebagian besar pengungsi Palestina menetap di kamp-kamp pengungsian di negara-negara tetangga, seperti Yordania, Lebanon, Suriah, dan Mesir, serta di wilayah-wilayah yang tidak dikuasai oleh Israel, yaitu Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Sejak saat itu, rakyat Palestina terus berjuang untuk memperoleh kemerdekaan dan kedaulatan mereka, dengan berbagai cara dan strategi. Mereka mendirikan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pada tahun 1964, yang menjadi wadah perjuangan politik dan militer mereka. Mereka juga melakukan dua kali Intifada (pemberontakan) pada tahun 1987 dan 2000, yang melibatkan aksi-aksi sipil, demonstrasi, pemogokan, dan kekerasan. Mereka juga berusaha mendapatkan dukungan dan pengakuan dari dunia internasional, dengan menjadi anggota atau pengamat di berbagai organisasi, seperti Liga Arab, Gerakan Non-Blok, Organisasi Kerjasama Islam, dan PBB.

Pada tahun 1988, PLO secara sepihak mendeklarasikan kemerdekaan Negara Palestina, dengan Yasser Arafat sebagai presidennya. Negara Palestina ini mengklaim wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Namun, deklarasi ini tidak diakui oleh Israel, yang terus melakukan pendudukan, penjajahan, dan pemukiman di wilayah-wilayah tersebut. Israel juga mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota “abadi dan tidak terbagi” mereka, meskipun hal ini ditentang oleh sebagian besar negara di dunia.

Perjuangan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan dari zionis masih berlangsung hingga saat ini, dengan berbagai tantangan dan rintangan. Mereka menghadapi kekerasan, diskriminasi, pelanggaran hak asasi manusia, pembatasan gerak, penghancuran rumah, penangkapan sewenang-wenang, dan pembunuhan oleh pasukan Israel. Mereka juga membutuhkan bantuan dan solidaritas dari negara-negara sahabat, seperti Indonesia, yang selalu mendukung dan membela hak-hak mereka.

Palestina adalah sebuah bangsa yang memiliki sejarah dan perjuangan yang panjang dan heroik. Mereka adalah sebuah bangsa yang tidak pernah menyerah dan tidak pernah putus asa, meskipun menghadapi berbagai kesulitan dan penderitaan. Mereka adalah sebuah bangsa yang pantas mendapatkan kemerdekaan dan keadilan, sebagai bagian dari hak-hak dasar mereka sebagai manusia. Mereka adalah sebuah bangsa yang berhak hidup damai dan sejahtera, di tanah air mereka sendiri, bersama dengan tetangga-tetangga mereka, termasuk Israel. Mereka adalah sebuah bangsa yang berharap dan berdoa, agar suatu hari nanti, mimpi dan cita-cita mereka dapat terwujud.

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *