Menu Tutup

Kiat-Kiat Mengembangkan Dakwah Sunnah di Era Digital

Dakwah sunnah adalah dakwah yang mengikuti tuntunan dan teladan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam menyampaikan ajaran Islam yang sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dakwah sunnah memiliki karakteristik yang berbeda dengan dakwah-dakwah lain yang seringkali menyimpang dari sumber-sumber yang shahih dan mengandung unsur-unsur bid’ah, khurafat, atau fanatisme. Dakwah sunnah bersifat moderat, toleran, santun, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Namun, dakwah sunnah juga menghadapi tantangan-tantangan di era digital yang serba cepat, dinamis, dan kompetitif. Era digital menawarkan berbagai kemudahan dan kesempatan dalam berdakwah, seperti media sosial, internet, podcast, video, dan lain-lain. Namun, era digital juga membawa berbagai risiko dan ancaman, seperti hoax, fitnah, radikalisme, intoleransi, dan lain-lain. Oleh karena itu, para juru dakwah sunnah harus mampu memanfaatkan era digital dengan bijak dan cerdas, serta menghindari segala bentuk penyelewengan dan penyimpangan.

Berikut ini adalah beberapa kiat-kiat yang dapat dilakukan oleh para juru dakwah sunnah dalam mengembangkan dakwah di era digital:

1. Kuasai ilmu agama yang sedalam-dalamnya. Ini adalah syarat utama dan dasar dalam berdakwah. Para juru dakwah sunnah harus memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam tentang ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta memahami konteks dan aplikasinya di zaman sekarang. Para juru dakwah sunnah juga harus selalu belajar dan meng-update ilmu mereka, serta mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, mereka dapat menyampaikan dakwah yang relevan, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ ۖ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ


Dan tidaklah Kami mengutus sebelum kamu, melainkan orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka bertanyalah kepada orang-orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. (QS. An-Nahl: 43)

2. Kemas dakwah dengan menarik dan kreatif. Ini adalah syarat penting dalam berdakwah di era digital yang penuh dengan saingan dan pesaing. Para juru dakwah sunnah harus mampu membuat konten-konten dakwah yang menarik perhatian, mudah dipahami, dan menyentuh hati. Konten-konten dakwah harus disesuaikan dengan karakteristik dan preferensi audiens, serta menggunakan media-media yang sesuai dan efektif. Misalnya, menggunakan bahasa yang sederhana dan populer, menggunakan gambar, video, animasi, atau infografis, menggunakan humor, cerita, atau analogi, dan lain-lain. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:


اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabb-mu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. An-Nahl: 125)

3. Responsif terhadap isu-isu terkini. Ini adalah syarat strategis dalam berdakwah di era digital yang serba cepat dan dinamis. Para juru dakwah sunnah harus mampu mengikuti perkembangan isu-isu terkini yang berkaitan dengan agama, sosial, politik, ekonomi, budaya, dan lain-lain. Para juru dakwah sunnah harus memberikan tanggapan, penjelasan, atau solusi yang sesuai dengan ajaran Islam dan kemaslahatan umat. Para juru dakwah sunnah juga harus proaktif dalam menghadapi berbagai tantangan, masalah, atau polemik yang muncul di masyarakat, serta memberikan edukasi dan pencerahan bagi masyarakat. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

> بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat. (HR. Bukhari)

4. Sinergi dengan komunitas dan ormas. Ini adalah syarat kolaboratif dalam berdakwah di era digital yang serba kompetitif dan komplex. Para juru dakwah sunnah tidak bisa berdakwah sendiri-sendiri, melainkan harus bekerja sama dengan komunitas dan ormas yang memiliki visi dan misi yang sama dalam menyebarkan dakwah sunnah. Para juru dakwah sunnah harus saling berkoordinasi, berbagi informasi, berdiskusi, dan bersinergi dalam membuat program-program dakwah yang terintegrasi dan terstruktur. Para juru dakwah sunnah juga harus saling menguatkan, menghormati, dan menghargai perbedaan pendapat atau metode dalam berdakwah, serta menjaga ukhuwah dan persatuan umat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

> وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS. Ali Imran: 103)

Demikianlah beberapa kiat-kiat yang dapat dilakukan oleh para juru dakwah sunnah dalam mengembangkan dakwah di era digital. Semoga bermanfaat dan menjadi amal shalih bagi kita semua. Aamiin.

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *