Menu Tutup

Kiat-kiat memilih seorang pemimpin

Pemimpin adalah orang yang memiliki tanggung jawab untuk mengatur, mengarahkan, dan membimbing orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin juga harus menjadi teladan dan panutan bagi orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya. Oleh karena itu, memilih pemimpin adalah hal yang sangat penting dan strategis, terutama dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

Islam sebagai agama yang sempurna dan rahmatan lil alamin, memberikan pedoman dan kriteria bagi umatnya dalam memilih pemimpin. Hal ini sejalan dengan firman ALLAH SUBEHANAHU WA TA’ALA dalam surat An-Nisa ayat 59:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah ALLAH dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada ALLAH (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada ALLAH dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”



Dari ayat tersebut, kita dapat mengetahui bahwa ALLAH SUBEHANAHU WA TA’ALA memerintahkan kita untuk menaati pemimpin yang ada di antara kita, asalkan pemimpin tersebut sesuai dengan syariat ALLAH dan Rasul-Nya. Jika terjadi perselisihan atau perbedaan pendapat, maka kita harus mengembalikannya kepada Al-Qur’an dan sunnah RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM sebagai sumber hukum tertinggi dalam Islam.

Lalu, bagaimana cara memilih pemimpin yang sesuai dengan syariat ALLAH dan Rasul-Nya? Berikut ini adalah beberapa kiat-kiat yang dapat kita ikuti, berdasarkan Al-Qur’an, hadits, dan pendapat para ulama:

1. Pemimpin harus berasal dari kalangan umat Islam. Hal ini berdasarkan hadits RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَجُوزُ أَنْ يَسْتَعْمِلَ الْمُسْلِمُونَ كَافِرًا عَلَيْهِمْ فَيَكُونَ أَوْلَى بِأُمُورِهِمْ

Artinya: “Dari Anas bin Malik, ia berkata: RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM bersabda: ‘Tidak boleh bagi kaum muslimin untuk mengangkat seorang kafir sebagai pemimpin mereka, sehingga ia menjadi lebih berhak atas urusan mereka.'”

2. Pemimpin harus memiliki ilmu pengetahuan yang cukup, terutama tentang agama Islam. Hal ini berdasarkan hadits RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْزِعُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَنْزِعُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

Artinya: “Dari Abdullah bin Amr, ia berkata: RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM bersabda: ‘Sesungguhnya ALLAH tidak mencabut ilmu dengan cara mencabutnya dari hamba-hamba-Nya, tetapi ALLAH mencabut ilmu dengan cara mencabut nyawa para ulama, sehingga apabila tidak ada lagi ulama, maka orang-orang mengambil pemimpin-pemimpin yang bodoh, lalu mereka ditanya, maka mereka memberikan fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan.'”

3. Pemimpin harus adil dan jujur dalam berkata dan berbuat. Hal ini berdasarkan hadits RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM yang diriwayatkan oleh Tirmidzi:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ فِي مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Artinya: “Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM bersabda: ‘Semua kalian adalah pemimpin dan semua kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang imam adalah pemimpin dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin di rumah tangganya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan anak-anaknya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang budak adalah pemimpin di harta tuannya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Ingatlah, semua kalian adalah pemimpin dan semua kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.'”

4. Pemimpin harus memiliki sifat-sifat terpuji, seperti amanah, shiddiq, tabligh, dan fathonah. Hal ini berdasarkan hadits RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM yang diriwayatkan oleh Muslim:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ قَالَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرِمْتَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ

Artinya: “Dari Abu Hurairah, ia berkata: RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM bersabda: ‘Sesungguhnya di antara hari-hari terbaik kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah shalawat untukku di dalamnya, karena shalawat kalian ditampakkan kepadaku.’ Mereka bertanya: ‘Wahai RASULULLAH, bagaimana shalawat kami ditampakkan kepadamu padahal kamu sudah dikuburkan?’ Beliau menjawab: ‘Sesungguhnya ALLAH Ta’ala mengharamkan bumi untuk memakan jasad-jasad para nabi.'”

Amanah artinya dapat dipercaya, tidak khianat, dan tidak menyalahgunakan kekuasaan. Shiddiq artinya benar, jujur, dan tidak berdusta. Tabligh artinya menyampaikan, tidak menyembunyikan, dan tidak mengubah pesan. Fathonah artinya cerdas, bijaksana, dan tidak bodoh.

5. Pemimpin harus memiliki kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Hal ini berdasarkan hadits RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:

عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْإِمَامِ الَّذِي عَلَى النَّاسِ كَمَثَلِ السَّفِينَةِ إِذَا أَصَابَهَا مَا أَصَابَهَا فَإِنْ كَانَ الْإِمَامُ صَالِحًا وَعَدِلًا نَجَا النَّاسُ وَمَالُهُمْ وَإِنْ كَانَ فَاسِقًا ظَالِمًا هَلَكَ النَّاسُ وَمَالُهُمْ

Artinya: “Dari Abu Musa Al-Asy’ari, ia berkata: RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM bersabda: ‘Perumpamaan imam yang memimpin manusia seperti perumpamaan kapal yang ditimpa apa yang menimpanya. Jika imam itu shalih dan adil, maka manusia dan hartanya akan selamat. Jika imam itu fasik dan zalim, maka manusia dan hartanya akan binasa.'”

Kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin antara lain adalah: kepemimpinan, komunikasi, manajemen, penyelesaian masalah, pengambilan keputusan, dan lain-lain.

6. Pemimpin harus memiliki visi, misi, dan tujuan yang jelas dan terarah. Hal ini berdasarkan hadits RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM yang diriwayatkan oleh Muslim:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا مَثَلُ الْإِمَامِ كَالْقَائِدِ فَإِنْ أَرَى خَيْرًا اتَّبَعُوهُ وَإِنْ رَأَى شَرًّا اجْتَنَبُوهُ

Artinya: “Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata: RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM bersabda: ‘Sesungguhnya perumpamaan imam seperti pemimpin. Jika ia melihat kebaikan, maka ikutilah dia. Jika ia melihat keburukan, maka hindarilah dia.'”

Visi, misi, dan tujuan seorang pemimpin harus sesuai dengan syariat ALLAH dan Rasul-Nya, serta mengandung manfaat bagi umat dan negara. Seorang pemimpin harus memiliki rencana, strategi, dan evaluasi yang terukur dan terkontrol dalam mencapai visi, misi, dan tujuannya.

Demikianlah beberapa kiat-kiat memilih pemimpin sesuai anjuran Islam yang dapat saya sampaikan. Semoga ALLAH SUBEHANAHU WA TA’ALA memberikan kita pemimpin-pemimpin yang shalih, adil, berilmu, dan bermanfaat. Amin.

Sumber:
– Al-Qur’an dan terjemahannya
– Shahih Bukhari dan terjemahannya
– Shahih Muslim dan terjemahannya
– Sunan Abu Daud dan terjemahannya
– Sunan Tirmidzi dan terjemahannya

Penulis : A. Ilvan

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *