Menu Tutup

Berdakwah Dengan Santun

Berdakwah adalah salah satu kewajiban bagi setiap muslim untuk menyampaikan ajaran Islam kepada orang lain, baik sesama muslim maupun non-muslim. Berdakwah merupakan bentuk dari dakwah bil hikmah, yaitu dakwah dengan cara yang bijaksana, sesuai dengan kondisi dan situasi mad’u (orang yang didakwahi). Berdakwah dengan santun berarti berdakwah dengan cara yang sopan, ramah, lembut, dan tidak memaksa. Berdakwah dengan santun juga berarti menghormati perbedaan pendapat, keyakinan, dan budaya yang ada di masyarakat.

Berdakwah dengan santun adalah cara yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, yang merupakan uswatun hasanah (teladan yang baik) bagi umat Islam. Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah dengan penuh hikmah, sabar, dan toleran. Beliau tidak pernah menghina, mencela, atau memaksa orang lain untuk masuk Islam. Beliau selalu mengajak orang lain dengan cara yang baik dan indah, dengan memberikan contoh, bukti, dan argumentasi yang kuat. Beliau juga selalu menghargai hak-hak orang lain, termasuk hak untuk beragama dan berkeyakinan sesuai dengan kehendaknya.

Salah satu contoh dari berdakwah dengan santun yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah ketika beliau berdakwah kepada kaum Quraisy di Mekkah. Kaum Quraisy adalah kaum yang keras hati, sombong, dan musuh besar bagi Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Mereka sering mengganggu, menyiksa, dan memerangi Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para pengikutnya. Namun, Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam tetap berdakwah kepada mereka dengan cara yang santun dan bijaksana. Beliau tidak pernah membalas kejahatan mereka dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan. Beliau selalu berdoa agar Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi hidayah kepada mereka. Ketika Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam berhasil menaklukkan kota Mekkah, beliau tidak membalas dendam kepada kaum Quraisy, tetapi memberi ampunan dan perlindungan kepada mereka. Beliau juga memberi kesempatan kepada mereka untuk masuk Islam atau tetap dengan agama mereka, tanpa paksaan atau ancaman.

Berdakwah dengan santun adalah cara yang efektif dan sesuai dengan ajaran Islam. Berdakwah dengan santun dapat menarik simpati dan hati orang lain, serta menunjukkan keindahan dan kebenaran Islam. Berdakwah dengan santun juga dapat menjaga kerukunan dan kedamaian di masyarakat, serta menghindari konflik dan permusuhan. Berdakwah dengan santun juga merupakan bentuk dari menghormati Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama Islam itu sendiri.

Oleh karena itu, mari kita berdakwah dengan santun, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Mari kita berdakwah dengan cara yang bijaksana, sesuai dengan kondisi dan situasi mad’u. Mari kita berdakwah dengan cara yang sopan, ramah, lembut, dan tidak memaksa. Mari kita berdakwah dengan cara yang menghormati perbedaan pendapat, keyakinan, dan budaya yang ada di masyarakat. Mari kita berdakwah dengan cara yang menunjukkan keindahan dan kebenaran Islam, serta menjaga kerukunan dan kedamaian di masyarakat. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberkahi usaha kita dalam berdakwah, dan menjadikan kita sebagai duta Islam yang damai. Aamiin.

Penulis : A. Ilvan

Editor : Tim Medikom & Humas DPD Wahdah Islamiyah Bone

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *